Seabad Dokter Indonesia, IDI Gelar Hari Bakti

Medan, (Analisa, Jumat 28 Maret 2008)

Menyongsong peringatan seabad Kebangkitan Nasional dan seabad kiprah dokter Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menggelar Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI). Kegiatan yang bertujuan untuk membangun kembali citra dokter Indonesia ini dimulai sejak Februari-Desember 2008.

Demikian dikatakan Ketua Panitia HBDI Dr HT Syaifuddin didampingi Ketua Umum PW IDI Sumut Dr Rustam Effendi YS SpPD dan pengurus IDI Dr Ronald M SpB, Dr Ester RD Sitorus, Dr Rosihan Arbie, Pera Laila S dan dr Hotma Partogi Pasaribu saat bertemu Pemimpin Redaksi Harian Analisa H Soffyan, Wakil Pemred H Ali Soekardi dan Sekretaris Redaksi War Djamil di kantor Redaksi Harian Analisa, Kamis (27/3).

Menurut Dr T Syaifuddin, untuk jangka pendek, pada puncak HBDI yang digelar serentak di seluruh Indonesia akan diisi dengan berbagai kegiatan Pembebasan Jasa Medik, seperti khitanan massal, operasi bibir sumbing, operasi katarak, pengobatan dan lainnya. Kegiatan ini melibatkan dokter di seluruh pelayanan kesehatan.

Untuk kegiatan jangka menengah, mulai Mei 2008 setiap bulannya akan dilaksanakan safari bakti dari tiap perhimpunan sepanjang 2008.

Sedangkan untuk jangka panjang akan dilaksanakan pematangan konsep pendidikan dokter keluarga di fakultas kedokteran. “IDI juga akan melibatkan organisasi sosial dan media massa,” ujarnya.

Revitalisasi

Lebih lanjut dikatakan Ketua Dr Rustam Effendi YS SpPD, kegiatan ini diharapakan dapat menumbuhkan, mengembangkan dan membina ‘Gerakan Dokter untuk Bangsa’ sebagai bentuk revitalisasi peran dokter dalam memberikan kontribusi untuk proses pembangunan bangsa.

Dikatakannya, hakekat kegiatan HBDI adalah gerakan moral insan-insan profesi dokter dalam rangka membangun kembali citra profesi kedokteran.

Karenanya, dirasa perlu menginisiasi tumbuhnya kembali nilai-nilai yang tertuang dalam sumpah dokter dan kode etik kedokteran Indonesia sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari hati, pikiran dan perilaku para dokter.

“Dokter Indonesia ikut berperan aktif sejak pergerakan dan perjuangan merebut kemerdekaan, karenanya sadar akan peran dan tanggungjawabnya kepada Tuhan YME. Kesadaran itu diimplementasikan dengan senantiasa bertekad memberikan darma baktinya dalam kehidupan keprofesian,” ujarnya.

Sampai saat ini keanggotaan IDI berjumlah 74.502 dokter yang tersebar di 31 wilayah dan 343 cabang di seluruh Indonesia. Untuk Sumatera Utara terdaftar 21 cabang IDI dengan 4.086 dokter umum dan spesialis dan 22 Perhimpunan Dokter Spesialis, 13 Perhimpunan Dokter Seminat, 1 PDP3K, 1 PDPP dan 1PDsO. (msm)

Tinggalkan Balasan